7 Insight Yang Saya Dapatkan Saat Membuat Kursus Online Pertama

Awal tahun 2020 saya membuat kursus online mentoring google bisnisku.

Ada beberapa agenda sebenarnya dari saya membuka kursus online tersebut.

Pertama, Menunaikan janji saya untuk membuka kelas di Mentoring.ID, sebuah platform kursus online yang saya bangun bersama @panji.prabowo dan @korniawan Prabowo. Mereka dapet awards program dari Australia dan jadilah Mentoring.ID. (Saya dateng belakangan dan diajak)????

Kedua, Test the water. Selama ini saya sering ikut kursus online baik lokal maupun luar dan ingin nyobain konsep kursus online yang baru.

Nah di post ini saya akan menulis, insight-insight yang saya dapatkan saat saya membuat kursus online pertama saya.

Kalau nggak bikin mungkin juga saya juga nggak ngerasain langsung dan saya bagikan di tulisan ini.

Tantangan Membuat Kursus Online

Akhirnya saya terima tantangan ini.

Lebih dari sekedar membuat kelas, saya juga pengen tahu dan membedah gimana bikin course yang beneran.

Patokan saya sebenernya simple, Ketika sudah ada yang nanya, mas Ari sudah bikin buku? Judulnya apa? mas Ari buka private nggak? Mas Ari bisa bantuin ini dan itu nggak? kebanyakan saya jawab nggak/belum ada.

Oh berarti ada yang perlu saya bantu. Saya mulai aktif bikin konten, di youtube, sosial media, sekarang ngeblog di web JagoanDigital.com kenapa nggak sekalian dijadikan kursus online.

Kalau ngeliat profile beberapa yang buka kelas ataupun kursus online yang membedakan mereka sudah action. Saya udah bikin konten di youtube dan blog kok nggak berani memulai. Kuylah…

Mentoring Google Bisnisku

Proses membuat kursus online pun dimulai.

Dari pemilihan judul, sebenernya saya merasa ini kurang populer dan kurang eye catching.

Nggak keliatan secara jelas gimana hasilnya, nggak bisa pamer screenshot earning.

Tapi ada hal lain yang membuat saya mengambil judul ini, antara lain:

  1. mudah
  2. bisa dipelajari cepat bahkan untuk pemula
  3. tidak berbayar
  4. bisa dirasakan efeknya
  5. dan sudah banyak yang nanya di youtube-youtube saya

Kelebihan Google Bisnisku bahkan sudah saya buatkan video sendiri

Juga video google bisnisku yang ada di channel saya banyak yang suka dan banyak pertanyaan terkait caranya.

Video yang membahas google bisnisku bisa ditonton di playlist channel saya gratis
https://www.youtube.com/playlist?list=PLPYcTuW0PLpxPcjom7RYVJkaY7r252QPf

Jadi saya memutuskan untuk membuat kursus online Mentoring Google Bisnisku.

membuat kursus online google bisnisku

Mentoring Google Bisnisku saya perkenalkan di grup facebook Komunitas Digital Marketing, dan mendapatkan cukup perhatian. Saya memulai dari grup fb terdekat saya untuk mendapatkan member awal.

Link Kursus online ada di : https://mentoring.id/courses/mentoring-google-bisnisku/

Dengan diikuti oleh 43 member awal, tanpa iklan, tanpa affiliate.

Kalau kamu mau join jangan di harga normal, pake kupon sobatjagoan biar dapet potongan 50%. ???? #malahngiklan

Dari proses membuat kursus online dan mendapatkan member awal tersebut itulah saya mendapatkan beberapa pelajaran.

Insight 1: Membuat Kursus Online Gak Mudah Yang Saya Kira

Seriusan membuat kursus online itu nggak semudah yang saya bayangkan.

Ekspektasinya, tinggal duduk didepan laptop nyalain screen recorder camtasia, cut-cut dan publish.

Tapi nggak bisa semulus itu ferguso, selalu ada alasan untuk menunda, kegiatan lain, tugas kuliah, belum ada ide, belum mood, malah ngoprek yang lain, sungguh selalu ada distraksi.

Tapi ada beberapa hal yang ngebantu saya untuk balik lagi ke track

  1. Dorongan dari teman-teman terdekat, saya banyak chat dengan beberapa teman yang sudah saya anggap guru saya seperti Mas Ndika Mahrendra, Mas Arli Kurnia, Suhu Tangguh dan banyak lagi lainnya. Bukan pujian yang diberikan ke saya, beberapa saran dan kritikan untuk menjadikan kursus ini lebih baik.
  2. Grup Komunitas Digital Marketing, Saya mendapat tanggapan sangat positif dari grup, saya meniatkan ini share ilmu pakai barrier, pake tiket masuk. karena kalau gratis saya yakin tidak akan serius dibanding bayar. dan juga saya berikan buku untuk pembeli-pembeli awal yang harganya sebanding dengan harga kursus onlinenya.

Insight 2: Yang Kelihatan Bagus Belum Tentu Tepat

Agar konten kursus paling update dan melibatkan peserta langsung saya mengangkat konsep webinar berseri selama 6 kali, tujuannya adalah:

  1. Konten akan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan
  2. Saya akan memberikan tugas setiap akhir webinar, peserta langsung praktek
  3. Saya tidak perlu membuat konten diawal, yang belum tentu sesuai
  4. Melibatkan partisipasi semua peserta
  5. Peserta mendapatkan kesempatan untuk langsung saya bantu saat online

Lalu hasil webinar akan saya edit dan saya masukkan ke member area sebagai materi awal.

Kenapa saya mengangkat konsep tersebut? Karena saya pernah mengikuti kursus online dengan format seperti itu, di luar disebut bootcamp.

Tapi ternyata konsep itu belum bisa dijalankan.

Jadi yang menurut saya bagus dan baik (karena saya suka) belum tentu bisa dijalankan. ????

Insight 3: Mendengarkan Masukan Itu Penting

Lalu saya mendapatkan masukan dari peserta untuk direkam saja seperti kursus online kebanyakan. Akhirnya saya rekam dan webinar tetap saya jalankan meskipun tidak banyak yang ikut. Pernah juga saya online sendiri. tetapi waktu tersebut saya gunakan untuk merekam konten.

Lalu ada hal kedua yang saya buat, forum terpisah di web. Forum ini sangat canggih, bisa memberi tahu lewat email jika threadnya dijawaba, bisa juga notif ke telegram.

Ternyata itu juga kurang maksimal. Karena kurang familiar ditengah jalan sebagai solusi yang umum dipakai akhirnya saya putuskan untuk membuat channel telegram saja.

Yup bukan ego keren dan saya suka yang perlu dipertahankan. Tujuan untuk membuat kursus online ini adalah agar peserta mendapatkan manfaat (titik).

Insight 4: Semua Orang Sibuk

Saya liat profil teman-teman peserta yang memutuskan bergabung memiliki latar belakang yang beragam. Ada pemilik bisnis besar, ada internet marketer, ada distributor dengan banyak reseller.

Dari 20+ materi yang saya siapkan ada beberapa kali pertanyaan yang sudah dijawab dan dijelaskan di video.

Menyadari bahwa bisa jadi terlewat atau belum ditonton karena kesibukan,

saya jawab ulang dan seringkali juga saya tanyakan langsungh terkait materi materi spesifik apakah sudah dikerjakan atau belum. sebagai pengingat.

Insight 5: Konsep yang teratur sangat membantu

Mentoring.ID menggunakan Learning Management System TutorLMS

Hal ini sangat membantu dan memudahkan menandai sampai kemana materi dilihat oleh member.

Saya yang merancang Mentoring.ID memang mencari sistem yang mudah dan se-familiar mungkin.

Yang paling mirip dengan udemy, situs web online course yang sudah terkenal.

Insight 6: Mulai Dari Komunitas

Ini adalah langkah benar yang Alhamdulillah saya lakukan,

Jadi grup Komunitas Digital Marketing itu grup lama banget,

ini alamatnya : https://www.facebook.com/groups/1158782470807265/

dulunya grup untuk share kupon-kupon udemy saya inget banget.

Akhirnya saya isi konten, lebih tepatnya saya bangun interaksi,

Kalau ada video baru saya kirim ke grup

Kalau ada podcast saya yang baru saya kirim ke grup

Kalau ada artikel terbaru saya kirim ke grup

Saya jawab pertanyaan dan komen-komenan disana

Dan dari grup itulah banyak member kursus online saya berasal, karena pengumuman kursus onlinenya hanya di grup dan di facebook personal.

Insight 7: Jangan Perfeksionis

Yang paling tidak mudah ya ini, sifat perfeksionis.

Saya sibuk menyiapkan sistem, sibuk edit video, sibuk mengkonsep tapi nggak launching-launching.

Sibuk dan malah tidak produktif.

Sayapun sampai beli panduan dari Shembah, Digital Business Blueprint, dan saya ketemu jawabannya,

jangan banyak dipikir yang penting action dan improve sambil jalan.

Kesimpulan

Meskipun ini bukan penghasilan utama saya, membuat kursus online ini jadi satu tantangan dan pengalaman yang sangat menarik.

Secara sifat produk, produk digital ini memiliki kelebihan yaitu bisa dijual kembali tanpa perlu bikin ulang. Ya bikin sekali jual berkali-kali sudah pas banget istilahnya.

Hanya menurut perspektif dan prinsip saya perlu di-ingat bahwa ada tanggung jawab moral, jangan sampai mengajarkan sesuatu yang menyesatkan atau tidak halal.

Ngeri aja, ntar niatnya multilevel pahala menjadi ilmu yang bermanfaat malah menjadi multilevel dosa.

Dan rencananya saya mau rilis course lagi topik yang ringan-ringan aja, dan rencananya gratis, ????

lagi dipikirin judulnya apa, ada masukan kamu mau belajar apa?

Silahkan tulis di komentar ya…
[ulp id=’v4fTRb9sDjpWyDBE’]

Comment List

  • Ari Eko Prasethio
    March 11, 2020

    Keren. Dulu pernah bikin mentoring juga tentang bikin website. Memang sifat perfeksionis sangat mengganggu. Keep sharing mas.

    • Ari Eko Prasethio
      March 11, 2020

      Iya sambil membiasakan diri nulis, terima kasih mas Muji

Write a comment